Teman Beresin Keuanganmu
Bukan sekadar “atur angka”. Ini tentang bikin hidup terasa lebih ringan, keputusan keuangan lebih tenang, dan langkah kecil yang benar-benar jalan.
Belum ada agenda event terdekat
Gabung Inklusiku Community biar kamu dapat info terbaru begitu jadwalnya rilis.
Kenapa Mengelola Keuangan Itu Penting Bukan Sekadar Angka?
“Lebih dari sekedar ngitung pengeluaran. Ini tentang kebebasan pikiran, rasa aman, dan mimpi yang benar-benar bisa dicapai.”
- Kamu pernah merasa uang hilang begitu saja setelah gajian?
- Pernah cemas memikirkan masa depan, tabungan atau masalah pinjol?
- Dan bingung mulai dari mana?
Kami Ada Karena Kamu Membutuhkan...
Pernah takut buka dompet sendiri? Pernah nunda buat mulai nabung? Pernah tertipu oleh pemasukan yang terasa tak pernah cukup?
Kalau iya, kamu di tempat yang tepat. Karena sadar keuangan itu butuh proses. Dan proses itu lebih baik kalau kamu ditemani oleh ahli keuangan pribadi.
Pelan-Pelan Tapi Pasti
Kami bantu kamu langkah demi langkah: tidak buru-buru, tapi jelas.
Kebanyakan orang gagal mengelola keuangan bukan karena kurang pintar, tapi karena tidak pernah benar-benar didengarkan.
Di sini, kamu tidak langsung diberi rumus, tidak dihakimi oleh angka, tidak dipaksa “harus begini” atau “harus begitu”.
Kami mulai dari ceritamu: tentang kecemasan tiap akhir bulan, tentang gaji yang terasa cukup tapi entah ke mana, tentang mimpi yang tertunda karena uang selalu terasa kurang.
Belajar keuangan sering terasa berat karena terlalu banyak istilah, grafik, dan teori yang jauh dari kehidupan nyata.
Di Inklusiku, belajar itu tidak harus sempurna. Kamu boleh mulai dari nol. Boleh bingung. Boleh pelan.
Materi kami dibuat dari realita sehari-hari: cara membaca arus uangmu sendiri, memahami kebiasaan belanja, dan membuat keputusan kecil yang dampaknya besar.
Kami tidak menjanjikan hidup berubah dalam semalam. Tidak ada jargon “bebas finansial instan”. Tidak ada tekanan untuk langsung sempurna.
Yang kami tawarkan adalah rencana yang sesuai dengan hidupmu hari ini: penghasilanmu, tanggunganmu, kebiasaanmu, dan emosimu.
Pelan-pelan kita susun: mana yang perlu dibereskan dulu, mana yang bisa ditunda, mana yang penting, mana yang hanya ingin.
Banyak orang semangat di awal, lalu pelan-pelan kembali ke pola lama karena merasa sendirian.
Di sini, kamu tidak dilepas begitu saja. Kami hadir untuk menemani prosesnya: mengevaluasi, mengingatkan, dan menguatkan saat kamu mulai lelah atau ragu.
Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk membantu kamu tetap sadar bahwa perubahan kecil yang konsisten itu berarti.
Kalau kamu mau mulai, kita mulai dari ceritamu.
Tidak harus lengkap. Tidak harus rapi. Kirim saja dulu.
Perubahan Kecil menjadi Berdampak
Setiap angka di sini mewakili cerita yang pelan-pelan dirapikan.
Mau jadi bagian dari angka yang “lebih tenang”?
Kamu boleh mulai dari cerita paling sederhana.
Ruang Lingkup Financial Planning
Apa saja yang dipelajari dalam merencanakan keuangan pribadi? Tidak banyak orang yang paham terkait landasan dasar perencanaan keuangan.
Mindset
Membangun cara berfikir yang baik dan benar dalam mengelola keuangan
Behavior
Perilaku yang mempengaruhi kebiasaan mengelola keuangan
Cashflow
Kontrol pengahasilan Anda dengan bijak mengeluarkan uang Anda
Risk Management
Merencanakan keuangan itu pasti ada risiko yang tidak kita ketahui sebelumunya
Goals
Tujuan akhir mengelola keuangan itu tercapaianya impian mu
Investment
Kendaraan keuangan yang suatu saat akan tertumbuh asetnya
Dana Darurat
Penjagaan keuangan Anda sementara saat kebutuhan dan kondisi tertentu
Pensiun
Jaminan hari tua ketika Anda tidak produktif lagi dalam mencari nafkah
Lainnya
Dan masih banyak lagi komponen perencanaan keuangan
Inklusiku menyediakan calculator yang siap membantu kamu mengambil keputusan uang dengan lebih tenang.
Dari TVM sampai skenario “what-if”, kamu bisa mengubah angka jadi cerita yang lebih mudah dipahami. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk membuat pilihanmu terasa lebih jelas.
Kami Bukan Datang untuk Mengajari
Kami tidak datang membawa rumus, target muluk, atau janji cepat kaya. Kami datang untuk:
Pelayanan yang terasa manusiawi, bukan menggurui
Cerita nyata dari orang-orang yang dulu bingung mulai dari mana, lalu pelan-pelan jadi lebih tenang.
“Aku kira konsultasi keuangan itu bakal diomelin karena boros. Ternyata Inklusiku beneran dengerin dulu. Dari situ baru pelan-pelan dirapihin: pos pengeluaran, cicilan, sampai kebiasaan kecil yang sering bocor. Rasanya bukan dituntut sempurna, tapi dituntun.”
“Pendapatan aku naik-turun, jadi tiap bulan selalu deg-degan. Inklusiku bantu bikin sistem yang fleksibel: prioritas kebutuhan, dana darurat versi aku, dan aturan sederhana biar tetap bisa hidup tanpa rasa bersalah. Yang paling berasa: cara komunikasinya adem, nggak bikin panik.”
“Aku dan pasangan sering salah paham soal uang. Inklusiku bantu bikin obrolan jadi lebih sehat: mulai dari tujuan kecil, pembagian peran, sampai catatan yang gampang dipakai. Kami jadi punya ‘bahasa’ yang sama saat ngomongin keuangan. Berantemnya jauh berkurang.”
“Saya sempat merasa ‘uang ada’ tapi kok selalu habis. Inklusiku bantu memetakan kebocoran, menata ulang prioritas, dan membuat rencana bertahap yang masuk akal. Bukan janji cepat kaya, tapi strategi yang bisa dijalankan. Setelah 2 bulan, saya lebih yakin dan nggak gampang impulsif.”
Kalau kamu lagi bingung, kamu nggak harus beresin sendirian.
Kirim pesan, ceritain kondisimu pelan-pelan. Kita mulai dari situ.
Kamu nggak harus kuat sendirian. Kita beresin pelan-pelan, bareng.
Ada hari-hari di mana buka rekening saja bikin sesak, dan ada hari-hari di mana kamu cuma pengin bilang: “Aku capek mikirin uang.” Di komunitas ini, kamu boleh datang apa adanya. Nggak harus paham istilah, nggak harus rapi duluan.
